Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu pada Selasa (24/4), SBR 006 menarik perhatian 9.520 investor. Sebanyak 65,34 persen dari jumlah tersebut merupakan investor baru, sementara sisanya merupakan investor yang pernah membeli SBN ritel pada periode sebelumnya.
Lebih lanjut, sebanyak 49,42 persen dari jumlah investor merupakan generasi milenial, yakni berusia 19 hingga 39 tahun. Namun, jika dilihat dari volume pemesanan, generasi baby boomers yang berusia 55 hingga 73 tahun masih mendominasi dengan besaran Rp1 triliun, atau 44,46 persen dari tawaran yang masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar informasi, SBR 006 adalah obligasi ritel keempat yang diterbitkan pemerintah sepanjang tahun ini. Adapun masa penawaran SBR 006 bermula dari 1 April dan berakhir pada 16 April 2019 dengan kupon 7,95 persen dan tenor selama dua tahun.
Tahun ini, pemerintah menaksir 9-10 persen dari penerbitan SBN bruto sebanyak Rp825,7 triliun dikontribusikan dari penerbitan obligasi non-lelang, seperti obligasi ritel dan obligasi yang ditawarkan ke sekelompok kecil investor (private placement).
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)