Direktur Keuangan Timah Emil Ermindra mengatakan besaran dividen itu setara dengan 35 persen laba bersih perusahaan tahun lalu yang sebesar Rp531,35 miliar. Secara persentase dividen yang diberikan sama dengan 2017 lalu.
"Nah kalau dividen per lembarnya Rp24,97 per saham," ucap Emil, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pembagian dividen, RUPST ini juga menyetujui susunan perubahan komisaris. Dengan perubahan tersebut, posisi Satriya Hari Prasetya digantikan oleh Irjen Pol Bambang Sunarwibowo.
"Strategi peningkatan kinerja telah dilaksanakan secara konsisten. Hal ini dapat dari peningkatan kinerja keuangan maupun kinerja operasi," ujar Mochtar.
Sementara, perusahaan mengucurkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1,18 triliun. Sebagian besar dana itu digunakan untuk meningkatkan kapasitas mesin dan instalasi, sarana pendukung produksi, dan teknologi untuk memproses kadar bijih timah antara 40 persen-60 persen.
[Gambas:Video CNN]
"Belanja modal itu menaikkan volume produksi bijih timah sebesar 43 persen," sambung Mochtar.
Sementara, volume penjualan logam naik dari 29.914 metrik ton menjadi 33.818 metrik ton pada akhir tahun lalu. Lalu, penjualan logam timah sepanjang 2018 tercatat 33.818 metrik ton.
Pada 2019, perusahaan menargetkan membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun. Beberapa strategi yang akan dilakukan, misalnya menaikkan tingkat keyakinan terhadap besar cadangan timah yang berada di Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan percepatan produksi bijih timah menjadi logam melalui peningkatan kapasitas.