Darmin mengatakan angka pertumbuhan ekonomi seharusnya dilihat secara sektoral. Pada kuartal I, PDB sektor pertanian seharusnya membaik karena masa panen seharusnya masuk di Maret.
Memang, puncak panen baru terjadi pada April atau awal kuartal II. Meski demikian, panen tahun ini setidaknya lebih tepat waktu dibandingkan tahun kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bankir Waspadai Prospek Ekonomi 2019 Redup |
"Jadi pertanian mungkin di tahun lalu agak terlambat betul, sehingga kalau dihitung secara year-on-year sekarang, pastinya pertumbuhan ekonomi bisa 5,1 persen atau di atas," jelas Darmin, Jumat (26/4).
"Mungkin saja bisa," jelas dia.
Sementara itu, Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I bisa berada dalam rentang 5 persen hingga 5,4 persen. Namun, BI melihat pertumbuhan ekonomi berada di rentang tengah 5,2 persen.
[Gambas:Video CNN]
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ini akan ditopang konsumsi rumah tangga yang baik karena inflasi yang terjaga rendah. Selain itu, konsumsi juga akan ditopang oleh bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.
Sebagai informasi, hingga Maret 2019, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran bansos sudah mencapai Rp36,97 triliun. Realisasi tersebut lebih besar 106,62 persen dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp17,9 triliun.
Perry mengakui pertumbuhan akan kekurangan topangan dari investasi yang sedikit melambat sejalan dengan pola musiman awal tahun dan ekspor masih belum mumpuni lantaran terhambat perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
"Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, tentu ini akan meningkatkan confident para pelaku pasar di Indonesia," jelas Perry, kemarin. (glh/agt)