"Inflasi Ramadan dan Lebaran itu musiman," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5).
Onny menyadari inflasi bulanan April 2019 cukup tinggi di angka 0,44 persen. Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan inflasi April 2018 yang hanya 0,1 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, harga sejumlah bahan pangan pada bulan ini masih berpeluang menurun, salah satunya beras. Deflasi tersebut akan menahan tekanan inflasi bulan ini.
"Inflasi setelah lebaran pasti akan berangsur-angsur menurun," ujarnya.
Untuk mengendalikan inflasi pada Ramadan dan Lebaran, BI akan berkoordinasi dengan pemerintah melalui wadah Tim Pengendalian Inflasi (TPI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tim ini akan berupaya memantau pergerakan harga pangan bergejolak (volatile food).
Lihat juga:BPS Minta Pemerintah Waspadai Inflasi Mei |
"Contohnya, beras, harganya kan bagus. Untuk bawang merah, bawang putih, dan daging ini yang masih perlu dipantau supaya harganya tidak terlalu melonjak," ujarnya.
Koordinasi dengan pemerintah juga akan dilakukan untuk inflasi yang berasal dari harga yang diatur pemerintah (administered price), BI akan mencermati pergerakan tarif angkutan, terutama tarif pesawat.
[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)