Shell Dikabarkan Jual Sahamnya di Blok Masela

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 15:06 WIB
Shell Dikabarkan Jual Sahamnya di Blok Masela Ilustrasi peta Blok Masela. (Dok. Inpex)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan minyak dan gas Royal Dutch Shell dikabarkan bakal hengkang dari proyek pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela. Sebelumnya, Shell bersama perusahaan migas Jepang Inpex Corporation menguasai hak partisipasi proyek Blok Masela dengan porsi masing-masing 35 persen dan 65 persen.

Mengutip Reuters, Senin (6/5), sumber dari industri dan perbankan menyatakan Shell tengah mencari investor untuk menjual 35 persen sahamnya di proyek Blok Masela.

Shell berharap bisa mendapatkan dana US$1 miliar dari penjualan sahamnya pada proyek bernilai US$15 miliar itu. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membantu pembayaran untuk pembelian BG Group senilai US$54 miliar yang dilakukan pada 2015 lalu.


Pengembangan proyek Lapangan Abadi Blok Masela saat ini memang masih tersendat. Saat ini operator masih menyiapkan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) baru yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini.


Padahal, PoD pertama blok Masela sudah ditandatangani pemerintah pada tahun 2010. Dalam perkembangannya, pada 2014, Inpex bersama Shell merevisi PoD setelah ditemukannya cadangan baru gas di Lapangan Abadi, Masela dari 6,97 triliun kaki kubik (TCF) ke level 10,73 TCF.

Di dalam revisi tersebut, kedua investor sepakat akan meningkatkan kapasitas fasilitas LNG dari 2,5 MTPA menjadi 7,5 MTPA dengan skema lepas pantai (offshore).

Namun, di awal 2016 lalu, Presiden Joko Widodo meminta skema pembangunan kilang LNG Masela diubah menjadi darat (onshore). Konsekuensi dari permintaan tersebut, Inpex dan Shell harus mengulang kembali proses kajian pengembangan LNG dengan skema baru.

Akibatnya, proyek yang sedianya bisa mulai konstruksi pada 2018 menjadi molor setidaknya hingga 2020. Adapun operasional produksi diperkirakan baru bisa dilakukan paling cepat 2026.

[Gambas:Video CNN]

Dihubungi terpisah, VP External Relation Shell Indonesia Rhea Sianipar enggan berkomentar mengenai rumor maupun spekulasi yang beredar di pasar.

"Saat ini, kami sepenuhnya fokus dan terus bekerja sama dengan Inpex sebagai operator dalam mengusulkan rencana pengembangan (POD) proyek Lapangan Abadi LND yang layak investasi," ujar Rhea melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/5).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto secara informal telah menerima bantahan dari Shell terkait rencana penjualan tersebut. Namun, menurut Dwi, kalaupun saham Shell dijual, proyek pengembangan Blok Masela tetap berjalan.

"Tidak ada masalah. Kan di sana pemimpin (proyek pengembangan Blok Masela) Inpex," ujar Dwi.

(sfr/agt)