Basuki menjelaskan saat ini kementeriannya telah mengantongi konsep tata ruang perkotaan bagi ibu kota baru. Berdasarkan konsep tersebut, kementerian sejatinya sudah memperkirakan di mana letak Istana Negara, kantor-kantor pemerintahan, perumahan, hingga kawasan komersial bakal dibangun.
Konsep tata ruang perkotaan itu merupakan lanjutan dari hasil kajian terhadap beberapa kandidat calon ibu kota baru yang sudah dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah akan smart city atau green city, itu sedang ditulis konsepnya oleh Pak Pratikno. Dia sedang menulis sosial politiknya, bagaimana yang ideal. Tapi konsep desain kami sudah siap," ungkap Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (6/5).
Lebih lanjut, Basuki mengatakan konsep tata ruang perkotaan yang sudah dikantongi kementeriannya sudah menyesuaikan estimasi kebutuhan anggaran untuk membangun ibu kota baru. Sebelumnya, kajian Bappenas memperkirakan pembangunan ibu kota baru membutuhkan dana mencapai US$23-33 miliar atau setara Rp323-466 triliun.
"Apalagi kalau menurut Menkeu, 'no big deal'. Karena persentasenya jadi kecil, kan APBN cuma setengah, lainnya KPBU dan swasta," tuturnya.
Di sisi lain, Basuki menyatakan kementeriannya siap membangun perumahan untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dipindahkan ke ibu kota baru. "Kalau ada 1,5 juta orang pindah, kami minimal harus desain untuk 5 juta penduduk, itu kami lakukan," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)