Sektor itu juga mendapatkan prioritas dari pemerintah dalam mengembangkan peta jalan Making Indonesia 4.0. "Indonesia harus beralih dari ekspor komoditas ke manufaktur, lihat sektor mana yang besar, sekarang kuatkan tekstil, otomotif, elektronik," tutur Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kamis (9/5).
Saat ini, ia mengakui ekspor masih jadi pendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Namun, kinerjanya justru melempem. Akibatnya, neraca perdagangan beberapa waktu terakhir tercatat defisit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ekspor, pemerintah juga menargetkan pertumbuhan investasi rata-rata 7 persen agar mimpi pertumbuhan ekonomi 6 persen bisa tercapai. Sebelumnya, Jokowi mengaku jengkel karena proses investasi di Indonesia yang masih rumit.
Dalam hal ini, Bappenas merancang tiga skenario target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMN 2020-2024. Bila dirinci, target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen per tahun, 5,7 persen per tahun, dan 6 persen per tahun.
"6 persen skenario tinggi. Tapi ini masih teknokratik, nantinya ada penetapan target pasti," pungkas Bambang.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)