Perang Dagang AS-China Bikin IHSG Makin Loyo

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 07:14 WIB
Perang Dagang AS-China Bikin IHSG Makin Loyo Ilustrasi pergerakan saham. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kian loyo pada Jumat (10/5). Sentimen global, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China akan mewarnai pola gerak indeks sepanjang hari ini.

Analis Artha Sekuritas Christoper Jordan mengatakan negosiasi perang dagang antara AS dan China menjadi perhatian pelaku pasar. Hampir seluruh bursa saham di berbagai dunia ambruk akibat kondisi eksternal itu.

"IHSG diprediksi melemah. Pelaku pasar akan menunggu kepastian dari negosiasi antara China dan Amerika Serikat," ungkap Dennies dalam risetnya.



Pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam untuk mengerek tarif impor barang China dari 10 persen menjadi 25 persen. Mengutip Reuters, ancaman itu rupanya direalisasikan dan diberlakukan mulai hari ini waktu setempat.

"Tarif impor ini naik 25 persen berlaku 10 Mei 2019," dikutip dari keterangan US Trade Representative

Dennies menilai pelemahan sifatnya akan terbas. Ini lantaran IHSG sudah memasuki area jenuh jual (oversold). Dengan demikian, pelaku pasar berpotensi mengurangi aksi jualnya hari ini.


"IHSG diprediksi melemah, support 6.153-6.176 resistance 6.241-6.283," terangnya.

Sementara, Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko mengatakan tekanan pasar regional masih jadi faktor pendorong pelaku pasar menarik dananya dari pasar saham Indonesia. Hal itu menghambat kenaikan IHSG.

"Namun hal ini hanya merupakan jeda sesaat dari pembentukan tren naik menuju resistance atas di 6.280-6.380-6.480," papar Yuganur melalui risetnya.
[Gambas:Video CNN]
Ia menyarankan pelaku pasar untuk mengambil posisi beli dengan transaksi secara bertahap. Pasar sebaiknya mencermati saham berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap) dan saham lapis kedua.

IHSG pada penutupan Kamis (9/5) kemarin terjungkal hingga 1,13 persen ke level 6.198. Pelaku pasar asing di all market tercatat jual bersih (net sell) mencapai Rp1,48 triliun.

Serupa, bursa saham Wall Street jatuh tadi malam. Dow Jones terkoreksi 0,54 persen, S&P500 0,3 persenm dan Nasdaq Composite 0,41 persen. (aud/agi)