Direktur Utama ASDP Indonesia Ira Puspadewi mengatakan proyeksi kenaikan jumlah penumpang penyeberangan secara umum dipengaruhi oleh tingginya tarif tiket pesawat untuk penerbangan domestik. Kenaikan tarif tiket pesawat ini sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
"Selain itu kan orang Indonesia biasanya harus bawa oleh-oleh, tentu perlu bagasi, tapi saat ini bagasi (pesawat) juga berbayar. Itu membuat gairah keluarga jadi ke kendaraan pribadi," ujar Ira kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dukungan dari kelancaran tol yang ada di Sumatera dan Jawa, infrastruktur darat semakin nyaman, sehingga keluarga Indonesia semakin memilih kendaraan pribadi," ungkapnya.
Ia mencontohkan di Pelabuhan Merak-Bakauheni pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 terdapat kenaikan penumpang sebesar 49,7 persen.
"Bahkan sampai 22 Desember malam sebelum tsunami, kenaikan penumpang penyebrangan masih sekitar 27 persen secara tahunan. Padahal biasanya, kenaikan hanya sekitar 10 persen per tahun," terangnya.
Guna mengantisipasi kenaikan penumpang pada Lebaran 2018, menurut dia, pihaknya telah menyiapkan antisipasi berupa penambahan petugas pelayanan dan keamanan di seluruh titik penyeberangan di Tanah Air, khususnya pelabuhan-pelabuhan yang paling padat. Hal itu antara lain dilakukan di Pelabuhan Merak di Banten, Pelabuhan Bakauheni di Lampung, Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali.
Ia memperkirakan jumlah penumpang Pelabuhan Merak-Bakauheni akan meningkat hingga 15 persen dari 1,35 juta penumpang pada Lebaran 2018 menjadi 1,55 juta penumpang. Sementara kenaikan jumlah penumpang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan sekitar 5 persen.
[Gambas:Video CNN] (uli/agi)