"Jadi, Bandara Kertajati akan berfungsi maksimal layaknya pelabuhan-pelabuhan udara lainnya," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jumat (10/5).
UU mengungkapkan optimalisasi Bandara Kertajati sejalan dengan visi pemerintah daerah yang ingin membangun kawasan segi tiga emas 'rebana' untuk perkembangan perekonomian di Cirebon-Indramayu-Majalengka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjut UU terdapat 19 rute penerbangan domestik dari dan ke Bandara Internasional Husein Sastranegara. Mulai Juni nanti, setidaknya 12 rute akan dialihkan ke Bandara Internasional Kertajati.
"Koordinasi (dengan maskapai) sudah dilakukan sejak awal. Keputusan ini kan bukan sesuatu yang tiba-tiba semuanya diawali dari keputusan-keputusan di tingkat bawah," ujarnya.
"Jadi bertahap. Nanti juga akan ke sana (pengalihan rute domestik Jawa dan internasional) tapi kita lihat situasi dan kondisi," ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sejak diresmikan pada Juni 2018 lalu, terdapat 5 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati yaitu Garuda Indonesia (Kertajati-Balikpapan, Kertajati-Lampung), Citilink (Kertajati-Surabaya, Kertajati-Medan), Transnusa (Kertajati-Lampung, Kertajati-Semarang), Lion Air (Kertajati-Balikapapan, Kertajati-Meddinah), dan Wings Air (Kertajati-Yogyakarta, Kertajati-Halim).
Dengan menelan investasi senilai Rp2,6 triliun, bandara ini memiliki kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. (sfr/agi)