Pembagian dividen itu telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar di Grha BNI, Senin (13/5).
"Khusus dividen bagian pemerintah atas kepemilikan 60 persen saham akan disetorkan ke rekening Kas Negara," ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.
Sementara, Rp11, 26 triliun atau 75 persen dari laba bersih akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan dividen, lanjut Baiquni, bertujuan untuk menambah modal demi menjaga rasio modal terhadap aset (capital asset ratio/CAR). Dengan demikian, perseroan masih memiliki ruang untuk melakukan ekspansi penyaluran kredit.
"Kalau dilihat rata-rata CAR industri perbankan itu kisaran angkanya sekitar 23 persen, sementara BNI 18,5 persen. Dari beberapa tahun terakhir, pertumbuhan bisnis atau kredit kita selalu atas industri. Tentunya, kalau ini terus dilakukan tanpa penambahan modal, maka ekspansi kita terbatas," imbuh Baiquni.
Selanjutnya, direksi perseroan, dengan hak substitusi, akan menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2018 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)