Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdalifah Machmud mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Bulog, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan sejak awal tahun terkait ketersediaan pasokan untuk Ramadan dan Lebaran.
"Sejak awal tahun kami yakin sudah aman, ada 1,9 juta lalu Bulog terus menyerap untuk dijaga lagi tahun-tahun selanjutnya," ujarnya, Senin (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Wilayah) yang surplus beras itu kan hanya enam sampai tujuh provinsi, yang lainnya kan masih dikirim dari daerah-daerah yang surplus," terang dia.
"Ketersediaan ada 2,1 juta ton, sedangkan dari luar negeri masih utuh. Jadi untuk cadangan saja," ungkap Bachtiar.
Dengan demikian, Bulog hanya menggunakan beras lokal untuk mendukung operasional sehari-hari. Bachtiar menyatakan pihaknya menjual beras dengan harga sekitar Rp8.100-Rp8.500 per liter.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)