"Kalau sekarang 17,5 persen, tujuh bulan lagi bisa targetkan sampai 59 persen. Kami harap sudah tidak ada kendala yang signifikan," ujarnya di Walini, Bandung Barat, mengutip Antara, Selasa (14/5).
Terkait pembebasan lahan, Rini memastikan nyaris mencapai 100 persen. Tersisa empat persen yang akan segera dirampungkan dan diyakini tidak ada masalah. "Terkait izin-izin, Gubernur Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat semuanya sangat mendukung," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konstruksi terowongan di Walini dimulai sejak semester kedua 2017 lalu, mencakup tahap konstruksi guide wall dan pipe roof.
Selanjutnya, Rini berharap pembangunan seluruh stasiun kereta cepat bisa rampung bersamaan dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. "Walini ini termasuk stasiun yang besar. Setelah lebaran, pembangunan stasiun di sini sudah dimulai," terang dia.
[Gambas:Video CNN]
Ia menjelaskan proyek kereta cepat akan tuntas pada 2020 mendatang. Pada saat itu, ia meminta seluruh pembangunan stasiun pun rampung. "Karena pada Januari 2021, uji coba running kereta cepat. Itu kami harap seluruh stasiun sudah selesai semua," katanya.
Tak cuma stasiun, ia juga meminta pembangunan Transit Oriented Development (TOD) segera dimulai. Walini menempati lahan seluas 1.278 hektare (ha). Ini merupakan salah satu titik proyek kereta cepat yang diproyeksikan sebagai kawasan TOD. (antara/bir)