"Kalau penurunan jelas ada ya. Di data kami, di Bandara Soekarno Hatta, yang biasanya 1.000 - 1.100 penerbangan per hari, untuk saat ini sekitar 15 persen," ujar Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto, mengutip Antara, Selasa (14/5) malam.
Penurunan, ia menyebut termasuk di dalamnya penerbangan domestik dan internasional. Namun demikian, ia mengatakan perlu analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab turunnya frekuensi penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kemarin puasa pertama itu agak naik lagi jadi 1.000 lebih penerbangan per hari. Kemudian, karena minggu pertama dan kedua ini low season ya sekitar 850 per hari," imbuh Novie.
"Sekarang ada sebagian yang menggunakan mobil. Kan mobil ini lancar sekali. Jakarta-Semarang itu saya berapa kali naik mobil lumayan lancar lima jam," katanya.
Sebagai perbandingan, frekuensi penerbangan pada periode yang sama tahun lalu tidak turun. "Kalau tahun lalu itu enggak pernah turun, naik terus. Sekarang itu ada penurunan sekitar 15 persen," terang dia.
PT Angkasa Pura I (Persero) membenarkan dampak penurunan penerbangan membuat perseroan kehilangan 3,5 juta penumpang pada kuartal I 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hanya saja, Direktur Pelayanan dan Pemasaran Angkasa Pura I Devi W Suradji bilang turunnya jumlah penumpang tak semata-mata karena harga tiket pesawat mahal. Tetapi juga karena kehadiran jalan tol dan banyaknya bencana yang mempengaruhi pergerakan penumpang.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)