Menhub Larang Maskapai Berlakukan Tuslah Jelang Lebaran

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 20:20 WIB
Menhub Larang Maskapai Berlakukan Tuslah Jelang Lebaran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak mengizinkan maskapai penerbangan memberlakukan tuslah atau tambahan pembayaran pada momen mudik Lebaran 2019. Alasannya, agar harga tiket pesawat tak semakin melonjak bagi calon penumpang.

"Kami kan melihat penumpang maskapai dalam keadaan berat ya, jadi kami tidak perkenankan mengambil tuslah. Untuk sekarang kami tidak izinkan tuslah," ujar Budi, Rabu (15/5).

Seperti diketahui, masyarakat terus mengeluhkan harga tiket yang kian melambung sejak akhir 2018 lalu sampai sekarang. Hal ini juga yang akhirnya membuat Kementerian Perhubungan menurunkan tarif batas atas (TBA) sebesar 12 persen - 16 persen.


Keputusan itu akan dicantumkan dalam surat keputusan (SK) yang rencananya terbit Rabu (15/5) malam. Kemudian, penyesuaian oleh maskapai mulai dilakukan pada Kamis (16/5).


Budi menilai pendapatan maskapai penerbangan tak akan bermasalah, meski tak mengizinkan perusahaan memberlakukan tuslah. Sebab, tingkat keterisian pesawat pada momen tersebut dipastikan penuh untuk tujuan pulang dan pergi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana saat momen mudik Lebaran tingkat keterisian kursi pesawat hanya penuh ketika berangkat dari Jakarta. Sementara, mayoritas kursi kosong ketika pesawat kembali ke Jakarta.

"Kalau dulu ada tuslah kan biasanya pas pulang (kursi) kosong. Sekarang tidak kosong lagi kok, saya contoh pulang ke Palembang, Palembang ke sini penuh. Orang yang mau ke Jakarta juga banyak," terang Budi.

Sebelumnya, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan pendapatan perusahaan dari penjualan tiket selama bulan Ramadan rata-rata turun 10 persen tiap tahun. Hal ini lantaran penerbangan pada dua pekan pertama Ramadan terbilang sepi dibandingkan bulan-bulan biasanya.


Kepadatan penerbangan baru akan terjadi pada pekan ketiga Ramadan. Sejumlah masyarakat sudah mulai pergi ke kampung halamannya masing-masing untuk merayakan hari raya bersama keluarga.

Kendati demikian, hal itu tetap tak menutup sepinya penumpang pada dua pekan pertama Ramadan. Menurut dia, penumpang hanya ramai saat rute pergi atau ke luar DKI Jakarta, sedangkan ketika pesawat kembali tingkat keterisiannya sangat rendah.

"One way sekali jalan saja, misalnya Jakarta ke Yogyakarta penuh, tapi Yogyakarta ke Jakarta kosong. Jadi pasti kan banyakan hari biasa," ujar Pikri.

Oleh karena itu, Garuda Indonesia berhati-hati dalam menambahkan jatah kursi pesawat setiap momen mudik. Tahun ini, perusahaan memutuskan menambah kursi sebanyak 50 ribu.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)