"Kalau kereta cepat tahap satu (Jakarta-Bandung) bisa selesai 2021, tinggal tambah dua tahun lagi, mungkin 2023 (bisa terhubung ke Bandara Kertajati)," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/5).
Menurut Emil, sapaan akrabnya, rencana pembangunan kereta cepat menuju Bandara Kertajati sudah sempat dibicarakan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, ia masih enggan memberi rincian lebih jauh soal siapa-siapa saja pihak yang akan terlibat dalam pembangunan kereta cepat ke bandara baru di Provinsi Jawa Barat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kereta cepat kan skemanya b to b (antar perusahaan), dengan pola itu berarti kereta cepat nanti modal terbesarnya dari properti yang dikonversi menjadi modal untuk membangun," ungkapnya.
Sementara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga pernah memberi sinyal positif bagi kereta cepat dari Bandung ke Bandara Kertajati. Sebab, ia memang berharap proyek kereta cepat bisa menjangkau lebih banyak daerah.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)