"Mestinya positif ya, kalau sudah tenang pasti positif, kami cukup optimis. Bisa dilihat saat pertama election (Pemilihan Umum/Pemilu) selesai, itu reaksi market (pasar) bagus, sempat naik luar biasa juga," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, Selasa (21/5).
Ia menuturkan pengumuman hasil Pilpres ini menghilangkan ketidakpastian di pasar. Kondisi tersebut membuat investor yang sebelumnya memilih menunggu dan mencermati (wait and see) hasil pemilu akan kembali ke pasar modal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya orang akan menunggu sebentar. Kenapa kita mesti masuk sebelum ada kepastian betul. Tapi tentunya misalnya dalam beberapa hari ini, hari ini atau besok tidak ada masalah apa-apa, Insya Allah tidak ada masalah apa-apa," tuturnya.
Namun, pada penutupan perdagangan awal pekan kemarin, indeks mulai bertenaga. Indeks ditutup menguat 80,25 poin atau 1,38 persen ke posisi 5.907,12.
"Kemarin penurunannya agak cukup jauh, menurut kami. Jadi orang dengan sendirinya akan buyback (membeli saham kembali). Tapi kalau kenapa dia hijau, karena menurut kami, kemarin memang oversold (jenuh jual), terlalu jauh turunnya," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Penguatan indeks terus berlanjut hingga pembukaan perdagangan pagi. IHSG melanjutkan penguatan dengan naik 33,57 poin atau 0,57 persen ke 5.940,69.
Sebelumnya, KPU telah mengumumkan hasil Pilpres pada Senin (20/5) malam atau lebih cepat dari jadwal semula pada Rabu (22/5). KPU menyatakan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019 dengan raihan 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah 154.257.601 suara. (ulf/agt)