Jika dirinci, sebanyak 32 di antaranya merupakan rest area tipe A. Artinya, rest area dilengkapi dengan toilet pria dan wanita, area parkir mobil, dan truk, ATM, musala, SPBU, warung/kios, restoran, bengkel, klinik dan taman.
Kemudian, 22 rest area lainnya masuk dalam kategori tipe B yang dilengkapi dengan fasilitas toilet pria dan wanita, area parkir mobil dan truk, ATM,mushola, warung/kios, restoran, dan taman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Trans Jawa, BUJT juga menyiapkan 11 rest area sementara di jalan tol Trans Sumatera yang telah beroperasi baik secara operasional maupun fungsional. Rinciannya, 2 di ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, 4 di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, serta 5 di ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.
Berdasarkan koordinasi dengan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Basuki mengingatkan rest area merupakan tempat peristirahatan sementara bagi pemudik. Karenanya, bagi pemudik yang sudah selesai beristirahat harap segera melanjutkan perjalanan untuk memberikan kesempatan bagi yang lain.
Apabila pemudik tidak ingin menggunakan jalan tol, pemerintah juga menjamin kondisi jalan alternatif nasional di Pulau Jawa siap digunakan. Sementara, untuk Pulau Sumatera, pemerintah masih berupaya mempercepat perbaikan jalan nasional Palembang-Jambi.
[Gambas:Video CNN]
Perbaikan ruas jalan tersebut lambat karena sempat dua kali gagal lelang.
Di tempat yang sama PT Jasa Marga Tbk., mengungkapkan persiapan penyediaan rest area di ruas tol Trans Jawa telah mencapai 95 persen.
Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryan, jumlah rest area yang disiapkan relatif mencukupi. Terlebih, jika diberlakukan jalur satu arah (one way), pengguna jalan bisa menggunakan rest area di bahu kiri dan kanan jalan.
"Kalau one way diterapkan, kapasitas rest area bisa dua kali lipat karena kiri kanan bisa dipakai," jelasnya. (sfr/bir)