Kantor Pajak Dekat Lokasi Kerusuhan 22 Mei Berpotensi Ditutup

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 08:39 WIB
Kantor Pajak Dekat Lokasi Kerusuhan 22 Mei Berpotensi Ditutup Ilustrasi kantor pelayanan pajak. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut bakal memantau Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kebon Jeruk Dua dan KPP Pratama Taman Sari Dua pasca kericuhan aksi massa yang terjadi pada Selasa (21/5) malam sampai Rabu (22/5) dini hari. Kedua kantor itu berlokasi di Jalan KS Tubun, dekat lokasi kericuhan terjadi.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan karyawan yang ditempatkan di dua kantor pelayanan pajak tersebut belum bisa memasuki gedung karena akses jalan yang sulit. Namun, Hestu belum bisa memastikan bahwa pihaknya akan menutup sementara dua kantor pelayanan pajak itu atau tidak hari ini.

"Kami lihat perkembangannya. Tentu kami utamakan keselamatan pegawai dan para wajib pajak (WP) terkait situasi tersebut," ucap Hestu kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).


Jika memang terdapat kantor pajak yang harus ditutup, Hestu menegaskan hal itu tak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, hari ini bukan waktu jatuh tempo pelaporan pajak.


"Wajib pajak juga bisa memanfaatkan layanan online atau komunikasi dengan petugas pajak melalui telepon. Jadi kami lihat dulu kondisinya, semoga segera lancar kembali," terang dia.

Sebagai informasi, terjadi bentrokan antara aparat dengan massa selama kurang lebih lima jam di Jalan Wahid Hasyim - KH Mas Mansyur-Tanah Abang tadi malam hingga dini hari. Massa mulai berkumpul di kantor Bawaslu setelah pukul 21.00 WIB kemarin.

Kemudian, kondisi semakin tak kondusif hingga akhirnya massa berlarian ke Jalan Wahid Hasyim. Gas air mata pun berturut-turut ditembakkan karena massa tak ingin dibubarkan.

[Gambas:Video CNN]

Aksi ini dilakukan sejumlah pihak usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan kemenangah pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf pada Selasa (21/5) dini hari. Aksi demo yang direncanakan baru digelar pada siang hari ini menjadi lebih maju semalam. (aud/lav)