Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah di posisi Rp14.451 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin, yakni Rp14.513 per dolar AS. Hari ini, rupiah berada dalam rentang Rp14.392 hingga Rp14.470 per dolar AS.
Sore hari ini, seluruh mata uang utama Asia sebagian besar menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pergerakan bervariasi terjadi di negara maju. Euro menguat 0,02 persen dan poundsterling Inggris sebesar 0,19 persen, hanya dolar Australia yang melemah 0,03 persen.
Pertama, penjualan rumah baru AS pada April turun 0,4 persen secara bulanan ke angka 5,19 juta unit atau turun 4,4 persen jika dibanding secara tahunan. Kemudian, indeks manufaktur AS juga terjun ke angka 50,6 pada Mei dari posisi 52,6 pada April lalu.
Data ini bikin dolar mengerang setelah sebelumnya International Monetary Fund (IMF) memperingatkan AS mengenai bahaya perang dagang yang dilakukannya dengan China.
[Gambas:Video CNN]
"Pasar menilai peluang penurunan suku bunga karena kerusakan dari ketegangan perdagangan diperkirakan lebih besar dari yang dibayangkan," jelas Ibrahim, Jumat (24/5).
Kemudian, ia juga mengatakan ada aksi jual dolar secara besar-besaran yang tercermin dari aksi di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Data BI mencatat bahwa transaksi DNDF hingga hari ini tercatat US$608 juta atau lebih tinggi ketimbang pekan kemarin US$352 triliun.
"Sehingga ini mendukung pergerakan nilai tukar yang stabil, dan rupiah mengalami penguatan," tandas dia. (glh/bir)