Hal ini dikarenakan harga bahan pangan mulai melorot, seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Diproyeksi, penurunan harga pangan membuat inflasi Mei landai ke bawah 0,44 persen secara bulanan.
Jika benar, inflasi pada ramadan tahun ini berarti lebih rendah dibanding inflasi masa-masa ramadan sebelumnya seperti tahun lalu yang mencapai 0,59 persen dan tahun sebelumnya sebesar 0,69 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, harga cabai merah sebetulnya terpantau dalam tren naik, dari Rp35.200 per kg bulan lalu menjadi Rp40.250 per kg. "Jadi, dugaan saya harusnya inflasi Mei lebih rendah karena harga bumbu-bumbuan yang tadinya naik sekarang lebih rendah apabila dibanding bulan lalu," jelasnya di kantornya, Rabu (29/5).
"Tapi kalau menyebabkan deflasi, saya rasa (tiket pesawat) masih belum," terang dia.
Sebelumnya Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa inflasi pada pekan ketiga Mei 2019 mencapai 0,55 persen secara bulanan. Angka ini didapat dari hasil survei pemantauan harga Bank Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan inflasi ini memang masih lebih tinggi dibanding bulan lalu. Namun, inflasi ini lebih baik dibandingkan masa ramadan tiga tahun terakhir.
"Ini masih lebih rendah, biasanya pola historisnya hampir mencapai satu persen," katanya.
Pada bulan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,44 persen dan inflasi secara tahunan mencapai 2,83 persen. Inflasi ini didorong oleh bawang putih yang mengalami kenaikan harga 35 persen dan memberi andil inflasi 0,09 persen dan bawang merah yang mengalami kenaikan harga 22,9 persen dan memberi andil 0,13 persen. (glh/bir)