Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,07 persen pada periode tiga bulan pertama tahun ini. Artinya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 akan lebih tinggi dari angka tersebut.
Bahkan, menurut Darmin, bukan tidak mungkin perekonomian bisa tumbuh hingga menyentuh kisaran 5,1 persen. "Biasanya kuartal II lebih tinggi dari kuartal I. Kalau 5,1 persen ya bisa, tapi nantilah kalau angka pastinya," ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, juga ada pencairan THR yang diharapkan bisa menjadi amunisi dalam meningkatkan konsumsi masyarakat.
Sementara terkait pengaruh ekonomi global yang kembali penuh ketidakpastian sejak perang dagang Amerika Serikat dan China kembali pecah tak dikomentari oleh Darmin. "Kami belum tahu dampaknya ke Indonesia seperti apa," imbuhnya.
Pada kuartal I 2019, ekonomi Indonesia tumbuh 5,07 persen ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tanga sebesar 5,01 persen. Lalu, pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 5,21 persen, investasi 5,03 persen, konsumsi LNPRT 16,93 persen, ekspor minus 2,08 persen, dan impor minus 7,75 persen.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)