Hal ini disampaikan Enggar usai melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (29/5). Pertemuan itu juga dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ishii Masafumi.
"Mereka minta dalam kesepakatan G20 Indonesia bisa memiliki kesamaan sikap soal proteksionisme di multilateral sistem perdagangan dan kami sampaikan hal yang sama bahwa itu bagian penting dalam pembahasan G20 nanti," ujar Enggar usai pertemuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, aksi proteksionisme justru tengah dilakukan oleh berbagai negara. Salah satunya, Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam itu tengah mengurangi impor dari berbagai negara, khususnya dari mitra dagang terbesar mereka, China.
Sebelumnya, Jepang memang sudah menunjukkan penolakannya terhadap aksi proteksionisme yang berkembang beberapa waktu terakhir. Sebab, dianggap mengganggu kelancaran perdagangan internasional dan perekonomian dunia.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Jepang pernah berpandangan bahwa proteksionisme memunculkan ketidakseimbangan global yang menjadi salah satu topik yang pernah dibahas forum G20.
Teranyar, AS menerapkan proteksionisme terhadap produk impor dari China dengan nilai US$200 miliar. Pada proteksionisme ini, AS mengenakan tarif bea masuk sebesar 25 persen terhadap produk impor dari Negeri Tirai Bambu tersebut. (uli/bir)