Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan tingkat konsumsi rumah tangga akan meningkat ketimbang kuartal I. Peningkatan akan ditunjang oleh momentum Ramadan hingga Lebaran.
Selain itu, secara historis, memang biasanya roda perekonomian bergerak lebih kencang pada April-Juni, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati percaya diri bahwa kontribusi pertumbuhan ekonomi dari konsumsi rumah tangga akan meningkat, namun Perry belum bisa meramal seperti apa perekonomian Indonesia secara keseluruhan pada kuartal II nanti. Sebab, menurutnya, beberapa indikator penyumbang pertumbuhan masih harus dipantau.
Sebelumnya, Perry sempat mengatakan bahwa kemungkinan kinerja ekspor Indonesia akan melambat sepanjang tahun ini. Hal Potensi itu muncul karena beberapa lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat.
Salah satunya karena ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali muncul. Selain itu, ada pergerakan harga komoditas di pasar dagang internasional.
[Gambas:Video CNN]
"Kami tidak bisa menafikan bahwa perlambatan ekonomi dunia dan perang dagang ini berdampak ke seluruh negara. Bahwa sumber pertumbuhan dari ekspor ini semakin sulit dijadikan andalan," jelasnya.
Tahun ini, BI memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 5,2 persen. Sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi menyentuh angka 5,3 persen. Sedangkan per kuartal I 2019, ekonomi Tanah Air bertengger di kisaran 5,07 persen. (uli/agt)