Direktur Keuangan BPJSTK Evi Afiatin mengatakan DJS sendiri telah mencapai target dari yang ditetapkan. Aset DJS yang dikelola lembaga itu meningkat 15 persen.
DJS sendiri adalah dana amanat seluruh peserta yang berbentuk himpunan iuran beserta hasil pengembangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari total aset tersebut sebesar Rp364,9 triliun telah diinvestasikan dan menghasilkan pendapatan investasi yang direalisasikan sebesar Rp27,3 triliun untuk memberikan imbah hasil ke peserta JHT," kata Evi dalam rilisnya, Jumat (31/5).
Khusus perlindungan kepesertaan, BPJSTK kini memiliki 50,57 juta pekerja yang terdaftar ke dalam program jaminan sosial tersebut. Lembaga itu hingga akhir tahun lalu menghimpun iuran sebesar Rp65,1 triliun.
Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto mengatakan tingkat kepuasan pelanggan tahun lalu juga mencapai 92,6 persen. Survei yang digelar secara independen itu menyatakan ada kenaikan 1,9 persen dari 2017.
"Walau banyak tantangan dari lingkungan eksternal, seperti kondisi pasar modal yang kurang kondusif, BPJSTK tetap dapat menorehkan kinerja positif pada tahun 2018," katanya.
Dia mengakui tantangan 2018 cukup berat, seperti IHSG yang mengalami tekanan, sebagai dampak perang dagang Amerika dan China. Namun kata Agus, pihaknya dapat menjalankan tugas baik dari sisi kepesertaan, pelayanan maupun pengelolaan dana.
Berdasarkan hasil audit terhadap Laporan Keuangan Tahun 2018 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris, predikat yang diperoleh BPJSTK adalah WTP.
Selain itu, terdapat 14 penghargaan lainnya diraih oleh BPJS Ketenagakerjaan dari berbagai lembaga. Salah satunya adalah penghargaan di bidang Sustainability Report tahun 2018 yang dianugerahkan oleh National Center of Sustainability Reporting (NCSR) tahun 2018. (asa/asa)