Hal ini dinyatakan oleh Sufintri Rahayu, Direktur Hubungan Masyarakat Traveloka.
"Perlu kami sampaikan kembali bahwa selain harga yang tertera di platform adalah harga kelas bisnis, yang tentu saja jauh lebih mahal dibanding harga kelas ekonomi, yang pada saat viral kemarin sudah habis," kata Sunfintri, lewat pernyataan tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Traveloka |
Traveloka menyatakan sebagai platform teknologi (e-market place) tidak memiliki kewenangan untuk mengubah harga.
Sufintri menyatakan bahwa Traveloka, Kemenhub dan Garuda sudah duduk bersama untuk membahas topik ini.
"Namun, di saat peak season, tentu harga menjadi sangat dinamis. Ke depannya, Traveloka,bersama dengan Garuda sepakat untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan produk tiket pesawat terbang, agar lebih mempermudah informasi bagi pengguna."
Sebelumnya, viral di media sosial soal harga tiket pesawat rute Bandung-Kuala Namu yang mencapai Rp21 juta.
Tiket ini dijual melalui agen travel online Traveloka, sementara Garuda tak memiliki rute langsung Bandung-Kuala Namu.
Foto: Dok. Traveloka