Sebelumnya, Trump mengatakan akan mengenakan tarif bea masuk impor sebesar 5 persen terhadap produk-produk dari Meksiko mulai 10 Juni mendatang. Bahkan, ia mengancam tarif bea masuk impor bisa meningkat menjadi 25 persen bila Meksiko tidak mematuhi tuntutan Trump.
Akibat ancaman tersebut, indeks Dow Jones di AS turun 1,41 persen ke posisi 24.815 pada penutupan perdagangan hari ini, waktu setempat. Begitu pula dengan indeks S&P500 yang minus 1,32 persen menjadi 2.752.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di kawasan Asia, indeks Nikkei225 turun 0,92 persen menjadi 20.410, Shanghai Comp merosot 0,3 persen menjadi 2.890, dan Hang Seng di Hong Kong melemah 0,03 persen menjadi 26.893.
Menurutnya, ancaman Trump menambah kecemasan investor di bursa saham. Apalagi sebelumnya, Trump juga sudah kembali mengibarkan bendera perang dagang dengan China.
Tak Berpengaruh
Trump mengenakan tarif bea masuk impor sebesar 25 persen untuk produk-produk dari Negeri Tirai Bambu dengan nilai US$200 miliar. Hal tersebut kemudian dibalas oleh China dengan mengumumkan akan memberlakukan tarif bea masuk impor baru bagi produk-produk impor dari AS senilai US$60 miliar.
Kendati demikian, dampak ancaman Trump terhadap Meksiko rupanya tak berpengaruh negatif ke pasar mata uang. Justru mayoritas mata uang di dunia menguat dari dolar AS. Khususnya mata uang safe haven, seperti yen Jepang.
Lihat juga:Menyoal Laba BUMN yang Mendadak Kinclong |
Di kawasan Asia, yen Jepang menguat 0,01 persen dari dolar AS. Diikuti dolar Hong Kong menguat 0,03 persen, ringgit Malaysia 0,21 persen, dan dolar Singapura 0,39 persen.
Kemudian, baht Thailand menguat 0,44 persen, peso Filipina 0,55 persen, rupee India 0,62 persen, dan won Korea Selatan 0,73 persen. Hanya yuan China yang melemah 0,02 persen dari dolar AS. (uli/asa)