Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan transaksi beli tak hanya dilakukan oleh pelaku pasar lokal, tapi juga asing. Ia optimistis IHSG tembus ke level 6.288.
"Liburan telah lewat, market akan kembali dimulai, geliat investor akan kembali turut menggairahkan pasar," papar William seperti dikutip dari risetnya, Senin (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi fundamental serta capital inflow (aliran dana asing) ke dalam pasar modal Indonesia masih terjaga dengan baik," ucapnya.
Sementara, Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo menyatakan pergerakan IHSG sepekan ini akan diwarnai berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri. Salah satu pengaruh dari domestik adalah tingkat inflasi periode Mei 2019.
Kemudian, IHSG juga akan bergantung dari sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada pertengahan dan akhir pekan ini. Salah satunya terkait penjualan ritel.
[Gambas:Video CNN]
"Data Ekonomi memberikan sentiment positif untuk kinerja indeks global yang diharapkan mendorong kinerja IHSG untuk menguji level 6.230," kata Lucky.
Menurutnya, pergerakan IHSG tak akan kembali ke area 6.000. Lucky memproyeksikan IHSG berada dalam rentang support atau titik terendah di level 6.198 dan titik tertinggi atau resistance di level 6.230.
Sekadar mengingatkan, IHSG meningkat signifikan pada akhir Mei atau sebelum libur Lebaran kemarin sebesar 1,72 persen ke level 6.209. Pelaku pasar asing memborong saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga mereka tercatat beli bersih Rp1,43 triliun.