Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan permintaan tersebut diajukan karena perusahaan mengalami kesulitan keuangan akibat peningkatan tantangan bisnis pada 2018. Namun, ia enggan membeberkan lebih rinci tantangan tersebut.
Yang pasti, sebelum Lion mengajukan penundaan tersebut, para maskapai nasional, termasuk Lion Air memang pernah mengungkapkan tengah mengalami tekanan akibat peningkatan biaya operasional. Peningkatan tekanan tersebut terjadi tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ada tantangan bisnis pada 2018," ungkap Danang kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/6).
Penundaan merupakan hak seluruh maskapai. "Lion Air Group meminta kepada pengelola bandar udara agar hal yang terkait dengan kewajiban pembayaran diperlakukan sama dengan operator penerbangan lainnya," katanya.
Terkait permohonan tunda bayar itu, perusahaan menyampaikan informasi tersebut secara tertulis kepada AP I. Pihak AP I pun, katanya, sudah memberikan persetujuan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Kendati begitu, Danang mengatakan perusahaan akhirnya sudah melunasi pembayaran jasa kebandarudaraan yang sempat ditunda itu. Pembayaran dilakukan belum lama ini.
Sayangnya, Danang enggan menjelaskan bagaimana akhirnya kewajiban bayar itu bisa dipenuhi. Meski begitu, ia memastikan pembayaran kewajiban jasa kebandarudaraan pada April dan seterusnya akan dilakukan secara normal.
"Pembayaran kewajiban April dan seterusnya dilakukan secara normal, tidak ada penundaan," terangnya.
Sementara CNNIndonesia.com turut meminta penjelasan dari Sekretaris Perusahaan AP I Handy Heryudhitiawan. Handy membenarkan ada permohonan itu dari Lion Air. Namun, ia mengaku belum bisa memberikan informasi pasti terkait pembayaran atas permohonan tunda bayar jasa kebandarudaraan dari Lion Air.
"Kami cek dulu, kami pastikan dulu untuk kejelasannya. Saya harus cek dulu ke bagian keuangan," ucapnya.