Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan calon-calon tersebut meliputi kandidat dari internal perusahaan maupun calon eksternal PLN. Akan tetapi, ia enggan merinci nama-nama kandidat tersebut.
"Kalau calon ada internal, ada dari eksternal. Yang jelas memenuhi syarat," katanya, Senin (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLN itu perusaaan besar, saat ini asetnya paling gede (besar). Perlu hati-hati untuk memilih orang," imbuhnya.
Saat ini, Sofyan resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut kasus suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau -I.
Tak lama setelah Sofyan dinonaktifkan, nama mantan direktur PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Alex J Sinaga sempat mengemuka sebagai calon pengganti terkuat. Namun, Kementerian BUMN meredakan kabar tersebut dengan menyatakan Alex belum siap. (ulf/lav)