Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.234 per dolar AS atau menguat dari posisi kemarin di Rp14.258 per dolar AS.
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang turut terperosok ke zona merah. Won Korea Selatan melemah 0,18 persen, yuan China minus 0,12 persen, dan peso Filipina minus 0,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Penguatan Rupiah Tekan Penerimaan Minerba |
Di sisi lain, mayoritas mata uang negara utama melemah terhadap dolar AS. Rubel Rusia melemah 0,38 persen, dolar Australia minus 0,17 persen, dan dolar Kanada minus 0,11 persen. Namun, poundsterling Inggris berhasil berlabuh ke zona hijau dengan menguat 0,11 persen dan franc Swiss menguat 0,07 persen. Sementara euro Eropa stagnan.
Meski begitu, muncul sentimen lain yang belum bisa mempengaruhi pergerakan rupiah, yaitu penurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Sayangnya, kata Ibrahim, hal ini belum terjadi, sehingga belum menggerakkan rupiah di pasar uang.
"BI dipandang perlu segera menurunkan suku bunga acuan dalam tahun ini guna kembali mengikuti langkah-langkah kebanyakan bank sentral negara lain untuk menjaga keseimbangan pasar," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/6).
Menurutnya, pasar mendesak penurunan tingkat suku bunga acuan sebagai langkah untuk mendapatkan sumber likuiditas yang lebih murah untuk menggerakkan roda perekonomian.
Dari sisi eksternal, Ibrahim melihat rupiah terperosok ke zona merah karena pengaruh sejumlah sentimen. Pertama, sentimen suntikan operasi pasar terbuka senilai US$5,06 miliar oleh bank sentral China.
Kemudian, ada pengaruh dari sentimen ekspektasi pasar terhadap kelanjutan Brexit dan kebijakan bank sentral Eropa ke depan. Tak ketinggalan, ada pula pengaruh dari spekulasi penurunan tingkat suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve.
"Gubernur The Fed Jerome Powell telah mengisyaratkan bank akan bertindak untuk mempertahankan ekspansi. Namun, pertemuan baru akan dilangsungkan pada 18-19 Juni mendatang," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/agi)