Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengatakan IHSG sedang berada dalam area jenuh beli (overbought). Maklum, IHSG menguat dalam beberapa hari terakhir hingga sempat tembus lebih dari 6.300 dari posisi sebelumnya yang di bawah 6.000.
"Kami memproyeksikan IHSG masih tertekan dihantui aksi ambil untung investor dengan potensi menutup gap pada support resistance 6.200-6.300," papar Lanjar seperti dikutip dari risetnya, Kamis (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyebut IHSG memiliki peluang untuk bangkit (rebound) pasca koreksi pada penutupan perdagangan kemarin. Hal ini dilihat dari kacamata teknikal.
Strong buy adalah sebuah istilah yang mengartikan harga saham akan meningkat dalam jangka pendek dan tak jarang kenaikannya bersifat signifikan. Prediksi itu terlihat dari sisi teknikal dan fundamental saham atau IHSG itu sendiri.
Pelaku pasar, sambung Edwin, bisa memperhatikan beberapa saham, misalnya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), AKR Corporindo, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, IHSG melemah 0,47 persen atau 29,81 poin ke level 6.276. Pelaku pasar asing yang beberapa hari terakhir memborong saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini mulai menarik dananya, sehingga mereka tercatat jual bersih atau net sell di all market sebesar Rp189,55 miliar.
Hal yang sama terjadi pada bursa saham Wall Street, di mana seluruh indeksnya merah tadi malam. Tercatat, Dow Jones terkoreksi 0,17 persen, S&P500 0,2 persen, dan Nasdaq Composite 0,38 persen.