Di kawasan Asia, sejumlah mata uang berada di zona merah pagi ini. Ringgit Malaysia melemah 0,05 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dan won Korea Selatan minus 0,03 persen.
Namun, sebagian lainnya berada di zona hijau, seperti yuan China yang menguat 0,08 persen, yen Jepang 0,06 persen, baht Thailand 0,02 persen, peso Filipina 0,02 persen, dan dolar Singapura 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya franc Swiss dan rubel Rusia yang menguat dari dolar AS, masing-masing 0,09 persen dan 0,01 persen. Sedangkan poundsterling Inggris stagnan.
"Kalau jadi sentimen khusus sepertinya tidak, cenderung lebih besar pengaruh dari luar," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/6).
Menurut Lukman, pergerakan rupiah hari ini masih terpengaruh oleh dolar AS yang masih kuat, namun sudah mulai menurun perlahan. Pasalnya, ada sentimen ekspektasi pasar yang menginginkan bank sentral AS, The Federal Reserve menurunkan tingkat bunga acuannya pada bulan ini.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, ada pengaruh juga dari perang dagang AS-China yang masih terus berlangsung. Meski, belum ada sentimen baru yang dikeluarkan masing-masing pemerintah kedua negara.
Lebih lanjut, ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.250-14.325 per dolar AS pada hari ini dengan kecenderungan melemah.
(uli/agt)