RTI Infokom mencatat sebanyak 207 saham jeblok, sedangkan saham yang bergerak positif hanya 165 dan sisanya sebanyak 116 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp3,63 triliun dengan volume 12,13 miliar saham.
Analis Valbury Sekuritas Indonesia Suryo Narpati mengatakan koreksi pasar saham hari ini dipengaruhi oleh sentimen politik dalam negeri, terutama sidang sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Diramal Menguat Kembali ke Level 6.300 |
Tak heran, pelaku pasar asing tercatat jual bersih alias net sell di pasar reguler sebesar Rp17,54 miliar. Sementara itu, mereka tercatat beli bersih atau net buy, meski tak banyak di all market sebesar Rp35,39 miliar.
Sebelumnya, KPU menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dalam pilpres 2019.
Mewakili MK, Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna menegaskan Majelis Hakim akan bersikap independen dan imparsial terhadap putusan yang dihasilkan dalam setiap perkara yang dimohonkan kubu Prabowo-Sandi.
"(Sentimen ini) tapi mungkin sifatnya hanya sementara atau jangka pendek," terang Suryo.
Di sisi lain, Analis Anugerah Sekuritas Bertoni Rio menilai sentimen sidang sengketa pilpres tak berpengaruh signifikan pada pergerakan pasar saham Indonesia. Pelaku pasar akan merespons negatif hanya jika sidang diwarnai kerusuhan.
"Hanya psikologis saja, tidak memiliki pengaruh besar. Pelaku pasar khawatir kalau ada rusuh saja, selebihnya faktor eksternal yang mendominasi," papar Bertoni.
Terlebih, kata dia, bursa regional sedang berada di zona merah saat ini. Makanya, bursa saham dalam negeri sedikit terpengaruh dengan kondisi regional.
[Gambas:Video CNN]
"Selain itu ada pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)," ujarnya.
Pergerakan rupiah memang terpantau tunduk pada dolar AS siang ini. Mata uang nasional melemah 0,21 persen atau 30 poin ke level Rp14.310 per dolar AS.
"(Hari ini) IHSG diproyeksi turun tipis di kisaran 6.240-6.299," pungkas Bertoni. (aud/lav)