Rupiah tidak sendiri. Pasalnya, pagi hari ini sebagian besar mata uang utama Asia cenderung melemah terhadap dolar AS, seperti Ringgit Malaysia yang turun 0,2 persen, won Korea Selatan turun 0,1 persen, peso Filipina minus 0,08 persen, yen Jepang melemah 0,07 persen, dan dolar Hong Kong terkulai 0,03 persen.
Di kawasan Asia, hanya baht Thailand dan dolar Singapura yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,04 persen. Sementara itu, mata uang negara maju cenderung menguat terhadap dolar AS, seperti dolar Australia yang menguat 0,13 persen dan euro sebesar 0,09 persen.
Di sisi lain, poundsterling Inggris tak bergerak terhadap dolar AS. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar saat ini masih menanti hasil pertemuan bank sentral AS The Fed pada 19 Juni mendatang.
Saat ini, spekulasi The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya menguat lantaran inflasi Negeri Paman Sam tengah melamban. Namun, data yang menunjukkan penjualan ritel tumbuh 0,5 persen pada Mei atau lebih tinggi dibanding April yang hanya 0,3 persen, mengurangi spekulasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi industri hanya tumbuh 5 persen, atau pada tingkatan paling lambat sejak 2002 lalu.
(glh/agt)