Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019. Mereka memperoleh 85.607.362 suara sah setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.
Saat ini, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menjadi penantang Jokowi-Ma'ruf Amin tengah menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, ia mengungkapkan investor langsung menyatakan minat investasinya usai pesta demokrasi digelar. Mereka juga melancarkan pertanyaan terkait peluang investasi ke depan.
Oleh sebab itu, ia meyakini pertumbuhan investasi akan kembali menggeliat pasca gelaran Pilpres 2019 yang berlangsung kondusif dan aman. Investasi juga akan mendapatkan dorongan dari kenaikan peringkat utang oleh Standard & Poor's (S&P).
Lembaga pemeringkat utang global itu, menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB dengan prospek stabil pada awal Juni ini.
"Pasti sudah mulai tumbuh (investasi usai Pemilu). Jadi sekali lagi terlepas dari sosok keempat capres dan cawapres, pada dasarnya investor itu sukanya stabilitas dan kontinuitas," katanya.
Ia meyakini pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) bisa menyentuh pertumbuhan dua digit sepanjang tahun ini. BKPM sendiri mencatat realisasi investasi pada kuartal I 2019 Rp195,1 triliun. Investasi tersebut hanya bertumbuh 5,3 persen dibanding capaian tahun sebelumnya yang Rp185,3 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)