Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Selasa (18/6) kemarin mereka menyatakan proyek Jalur Sutera Modern mengangkat 32 juta orang keluar dari kemiskinan moderat. Di Republik Kirgistan, Pakistan, dan Thailand, proyek bisa mendorong kenaikan pendapatan riil sampai di atas 8 persen,
Meskipun memberikan manfaat, Bank Dunia juga mengatakan proyek tersebut juga mengandung risiko besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manfaat dari keberadaan infrastruktur itu pun juga tidak didistribusikan di negara yang berpartisipasi tidak secara merata.
Atas risiko tersebut, Bank Dunia menyatakan proyek Jalur Sutra Modern perlu direformasi. "Mencapai ambisi Belt dan Road Initiative akan membutuhkan reformasi ambisius yang sama dari negara-negara yang berpartisipasi," Wakil Presiden Bank Dunia Ceyla Pazarbasioglu seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/6).
Reformasi khususnya, ia tekankan perlu dilakukan pada masalah pelaporan data dan transparansi terutama yang berkaitan dengan utang, kepatuhan standar sosial dan lingkungan saat pelaksanaan proyek.
"Peningkatan dalam pelaporan data dan transparansi - terutama seputar utang, pengadaan pemerintah yang terbuka, dan kepatuhan terhadap standar sosial dan lingkungan tertinggi akan sangat membantu," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
(reuters/agt)