Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan peningkatan alokasi subsidi solar tak lepas dari pengoperasian Jalan Tol Trans Jawa.
"Dengan Jalan Tol Trans Jawa, kami berasumsi ada kenaikan penggunaan solar, walaupun tidak banyak tetapi pasti ada kenaikan," ujar Jonan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonan mengungkapkan besaran subsidi terbatas minyak solar tahun depan maksimal Rp2 ribu per liter. Artinya, secara nominal, usulan kebutuhan subsidi solar tahun depan maksimal Rp31,16 triliun.
"Angka (subsidi terbatas solar) bukan tetap tetapi maksimal Rp2 ribu per liter karena angka minyak mentah naik turun sedangkan harga jual tetap," ujarnya.
Selain subsidi solar, tahun depan, pemerintah juga akan mengalokasikan subsidi untuk minyak tanah sebesar 0,56 juta kl atau merosot 8,2 persen dari pagunya tahun ini, 0,61 juta kl.
"Subsidi minyak tanah turun karena ada konversi ke LPG," ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga mengalokasikan subsidi untuk LPG tabung 3 kilogram (kg) yang diusulkan sebanyak 6,98 juta metrik ton (MT) atau sama dengan alokasi tahun ini. Alokasi subsidi LPG 3 kg diusulkan dengan asumsi tidak ada perubahan kebijakan tahun depan. (sfr/agt)