Pemprov Jawa Barat Imbau PNS Terbang Lewat Bandara Kertajati

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 15:10 WIB
Pemprov Jawa Barat Imbau PNS Terbang Lewat Bandara Kertajati Bandara Internasional Kertajati. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), di wilayahnya untuk memanfaatkan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, dalam melakukan perjalanan dinas dengan moda transportasi udara.

Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan Kementerian Perhubungan telah mengalihkan penerbangan domestik dari Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung ke Bandara Internasional Kertajati di Majalengka.

"Untuk semua aparatur, termasuk DPRD, di sekitar Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), apabila perjalanan dinas supaya efisien dan efektif itu harus dari Bandara Kertajati," ujarnya, seperti dilansir Antara, Senin (24/6).

Imbauan tersebut juga dituangkan Iwa melalui surat edaran kepada lima kepala daerah di Ciayumajakuning untuk mendukung operasional penerbangan di Bandara Kertajati.


"Memang, sebelumnya sudah kami arahkan, kami imbau, dan sudah dibuat surat edaran. Sudah kami kirim ke lima bupati dan wali kota," imbuh dia.

Tak cuma itu, surat edaran untuk mengoptimalkan penerbangan di Bandara Kertajati juga dikirimkan kepada 22 kepala daerah tingkat kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

"Surat edaran ini juga termasuk ASN dari 22 provinsi di luar Ciayumajakuning. Jadi, kalau memungkinkan itu lebih cepat diharapkan supaya menggunakan penerbangan dari Bandara Kertajati. Ini bentuk dukungan tertulis juga kami sampaikan kepada masyarakat dan ASN," terang Iwa.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 56 penerbangan domestik dipindahkan ke Bandara Kertajati mulai 1 Juli 2019. Perpindahan operasional penerbangan domestik itu sudah disepakati semua pihak, termasuk maskapai penerbangan.


Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Mohamad Pramintohadi Sukarno menyebut bahwa Bandara Husein Sastranegara tidak bisa lagi mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas udara di Jawa Barat.

"Memang, mau tidak mau harus pindah (dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati), karena Bandara Husein Sastranegara sudah maksimal dikembangkan," katanya.

Direktur Utama Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin menilai pemindahan penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati terkesan dipaksakan. "Menurut saya kurang efektif dan kesannya agak dipaksakan," jelasnya.

Padahal, menurut dia, perlu kajian terkait keuntungan yang ditawarkan bandara peralihan dari bandara sebelumnya, baik dari segi volume pengguna jasa, akses infrastruktur, dan aktivitas penunjang ekonomi daerah sekitarnya.
[Gambas:Video CNN]
"Dengan dibangun bandara sebesar Kertajati, apakah proporsional dengan potensi ekonomi sekitarnya? Apakah akan mendatangkan investasi bisnis? Membuka lapangan pekerjaan? Apa saja sektor industri yang ada di Majalengka yang akan diuntungkan dengan maskapai berjadwal?" tutur Ziva.

Tak cuma itu, ia melanjutkan pemberian insentif kepada maskapai pun tak signifikan untuk menciptakan operasi penerbangan yang berkelanjutan. Apalagi, maskapai saat ini tengah mengalami permasalahan terkait biaya operasi yang tinggi, sehingga berdampak pada harga jual tiket yang tidak semurah sebelumnya.

Diketahui enam maskapai akan mengoperasikan penerbangan di Bandara Kertajati, yakni Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Air Asia, Lion Air, dan Xpress Air.


(bir)