Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah di posisi Rp14.165 per dolar AS atau melemah dibanding Jumat lalu yakni Rp14.116 per dolar AS. Hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.146 hingga Rp14.168 per dolar AS.
Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia masih menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, ringgit Malaysia menguat 0,11 persen, dan rupee India menguat 0,16 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, namun euro dan dolar Australia kompak menguat 0,15 persen dan 0,33 persen.
Selain dari dalam negeri, terdapat sentimen eksternal yang saat ini melemahkan indeks dolar AS. Pertama, fokus pelaku pasar sekarang menuju pads pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 28 hingga 29 Juni mendatang.
Kedua, analis semakin percaya bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga acuan Fed Rate sebesar 25 basis poin pada rapat komite pasar federal terbuka (FOMC) bulan depan.
[Gambas:Video CNN]
"Selain itu, penurunan suku bunga juga merupakan pertanda bahwa mode investasi agresif bisa dipasang, karena dunia usaha dan rumah tangga akan lebih ekspansif ke depan," jelas Ibrahim, Senin (24/6). (glh/lav)