Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,04 persen, won Korea Selatan menguat 0,07 persen, yen Jepang dan baht Thailand masing-masing menguat 0,09 persen. Sementara itu, peso Filipina menguat 0,27 persen.
Dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia sama-sama melemah terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,01 persen dan 0,02 persen. Di sisi lain, mata uang negara maju seperti euro, poundsterling Inggris, dan dolar Australia masing-masing menguat sebesar 0,02 persen, 0,06 persen, dan 0,15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Diprediksi Tertahan di Zona Merah |
Di sisi lain, bank sentral AS The Fed juga memupuskan harapan pelaku pasar untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. Ia juga tetap ingin menjaga independensi bank sentral dari tekanan politik apapun.
Sebelumnya, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, keputusan untuk menunda kenaikan bea masuk kemungkinan akan diumumkan pasca pertemuan itu.
Namun, pada dini hari tadi, sebenarnya angin segar datang setelah Trump mengatakan bahwa kesepakatan dagang dengan China sangat mungkin masih bisa tercapai. Ia menyebut kedua negara sama-sama ingin mendapatkan hasil terbaik. Bahkan, ia juga berniat ingin menurunkan tarif impor China dari yang awalnya 25 persen menjadi 10 persen jika kesepakatan ini berhasil.
"Dalam transaksi (hari ini) rupiah akan kembali melemah di level Rp14.120 hingga Rp14.230 per dolar AS," ujar Ibrahim, Kamis (27/6).