Direktur Hero Supermarket Hadrianus Trikusumo mengatakan perusahaan telah mengkomunikasikan rencana penutupan beberapa gerai Giant kepada seluruh pegawai. Ia mengklaim manajemen memperlakukan karyawan dengan adil.
"Kami akan selalu memastikan bahwa perubahan dalam bisnis kami selalu mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia," ucap Hadrianus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bukalapak Komentari Tutupnya 6 Gerai Giant |
"Kami akan berupaya memberikan peluang di masa depan jika memungkinkan," imbuhnya.
Hadrianus menjelaskan kebijakan penutupan gerai diambil karena sedang melakukan transformasi bisnis hingga beberapa waktu ke depan. Namun, ia mengakui pengambilan keputusan itu sebenarnya tak mudah.
"Tetapi, perlu dilakukan guna merespons perilaku konsumen yang berubah dengan cepat," ucap dia.
Salah satu staf di Giant Mitra 10 Cibubur yang enggan disebutkan namanya mengatakan karyawan diberikan dua pilihan oleh manajemen, yakni pensiun dini dan internal hiring (perekrutan internal). Ia memilih untuk pensiun dini karena tergiur uang pensiun yang dijanjikan pengelola gerai.
Di sisi lain, skema internal hiring dinilainya tak memberikan kepastian. Pasalnya, karyawan harus mengikuti tes seperti melamar pekerjaan di tempat baru lagi.
"Kalau internal hiring nanti dia dites lagi, jadi belum tentu diterima. Kalau tidak diterima, dites lagi, begitu terus. Kalau masih tidak diterima juga nanti ditanya sama manajemen mau ambil uang pesangon saja tidak, begitu," ungkapnya.
Lihat juga:Giant Tutup 6 Toko Demi Transformasi Bisnis |