Dikutip dari Reuters, yang juga mengutip dari kantor berita Xinhua, keputusan ini diambil mengingat diskusi antara keduanya masih terus berlangsung. Kemudian, China dan AS disebut akan meneruskan dialog terkait perang dagang menggunakan azas saling menghormati.
Delegasi AS masih belum mengonfirmasi kabar tersebut, tapi Trump mengatakan bahwa pertemuan dengan China sesuai dengan yang ia harapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perang dagang AS-China bermula kala Trump kesal dengan neraca perdagangannya yang selalu mencatat defisit dengan China. Ia kemudian mengeluarkan kebijakan proteksionisme untuk mengeluarkan AS dari jebakan defisit dagang.
Setelahnya, China membalas perbuatan AS dengan mengerek empat kali bea masuk untuk produk impor asal AS. Negeri Paman Sam pun kemudian membalas lagi serangan China dengan menerapkan lima kali kenaikan bea masuk impor.
Tensi perang dagang kian memanas pada Mei lalu setelah AS menaikkan lagi bea masuk bagi produk China sebanyak US$200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen lantaran China dianggap menghambat jalannya negosiasi perang dagang.
Bahkan, Trump juga mengancam akan menaikkan bea masuk impor asal China sebesar 25 persen dari sebelumnya 10 persen bagi produk impor lain senilai US$200 miliar jika pembicaraan dengan China tak berjalan dengan baik sepanjang G20.
(glh/vws)