Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea tercatat menguat 0,21 persen, yuan China menguat 0,15 persen, peso Filipina 0,13 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,1 persen. Sementara itu, baht Thailand menguat 0,07 persen, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen, dan dolar Singapura 0,02 persen.
Namun, di kawasan Asia, hanya yen Jepang saja yang mencatat pelemahan terhadap dolar AS, yakni sebesar 0,04 persen. Di sisi lain, sebagian besar mata uang negara maju keok terhadap dolar AS, seperti poundsterling Inggris sebesar 0,06 persen, euro sebesar 0,16 persen, dolar Australia sebesar 0,14 persen, dan Swiss Franc 0,41 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping memberikan kelegaan sementara bagi pelaku pasar keuangan karena AS dan China akan melanjutkan negosiasi dan menunda perang tarif," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/7).
Melihat faktor-faktor tersebut, Ariston memperkirakan rupiah pada awal pekan ini bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.200 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)