Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia melemah 0,19 persen, baht Thailand dan peso Filipina masing-masing melemah 0,25 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,32 persen.
Kemudian, terdapat pula mata uang yang menguat terhadap dolar AS, yakni dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen dan yen Jepang 0,03 persen. Sementara, mata uang negara maju cenderung menguat terhadap dolar AS, di mana euro, dolar Australia, poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,01 persen, 0,05 persen, dan 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini karena permintaan domestik dan ekspor goyah, menunjuk ketegangan lebih lanjut pada sektor manufakturnya yang besar ketika perang perdagangan berlarut-larut," terang dia, Selasa (2/7).
Namun, seiring perang dagang mereda, Reuters melaporkan bahwa investor kini mulai kembali mengalihkan asetnya ke dolar AS dari franc Swiss dan yen Jepang yang disebut sebagai safe haven kala tensi perang dagang kian memanas.
Meski memang, sebagian investor juga ada yang percaya bahwa drama perang dagang antara AS dan China tak akan menemui kesepakatan sedini mungkin.
"Sehingga dalam transaksi hari ini rupiah akan diperdagangkan menguat di level Rp14.070 hingga 14.170 per dolar AS," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)