Indonesia Tobacco dan Darmi Bersaudara Resmi 'Go Public'

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 11:01 WIB
Indonesia Tobacco dan Darmi Bersaudara Resmi 'Go Public' Ilustrasi bursa efek. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua penghuni baru pada awal semester II 2019. Perusahaan tersebut adalah PT Indonesian Tobacco Tbk dan PT Darmi Bersaudara Tbk. Keduanya resmi mencatatkan saham mereka di lantai bursa pada Kamis (4/7).

Harga saham kedua perusahaan tersebut langsung melonjak pada pembukaan perdagangan perdananya. Saham Indonesian Tobacco melesat ke level Rp330 per saham atau meningkat 50 persen dan Darmi Bersaudara meningkat 69,33 persen ke level Rp254 per saham.

Komisaris Indonesian Tobacco Shirley Suwantinna mengucapkan rasa terima kasihnya karena sudah diberikan kesempatan perusahaan untuk melebarkan sayapnya di pasar modal Indonesia.

Dalam aksi korporasi ini, perusahaan melepas sebanyak 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh selama masa penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).


Emiten berkode ITIC ini menetapkan harga sebesar Rp219 per saham dalam proses IPO. Dengan demikian, perusahaan mendapatkan dana segar sebesar Rp60,02 miliar.

Shirley mengatakan perusahaan akan menggunakan dana IPO untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini. Dana itu juga akan digunakan untuk membeli tembakau hingga ekspansi ke luar negeri.

Sementara, Darmi Bersaudara menawarkan saham saat IPO sebesar Rp150 per saham. Emiten berkode KAYU melempar saham ke publik sebanyak 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh selama masa penawaran umum saham perdana.


Direktur Utama Darmi Bersaudara Nanang mengatakan pihaknya siap untuk membawa perusahaan lebih baik lagi pasca tercatat di bursa saham. Ia akan membuat investor tak menyesal sudah mengoleksi saham perusahaan.

"Sekarang saya mengemban amanat yang audah diberikan investor bahwa kami akan menjadikan perusahaan lebih besar lagi," ungkapnya.

Melalui IPO, perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan kayu olahan bermerek dagang Darbe Wood ini memperoleh dana sebesar Rp22 miliar. Perusahaan akan menggunakan dana itu untuk menutup kebutuhan modal, khususnya permintaan ekspor ke India dan Eropa.
[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)