Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,03 persen. Kemudian, ringgit Malaysia melemah 0,05 persen dan yen Jepang melemah 0,15 persen.
Di kawasan Asia, hanya won Korea Selatan saja yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,19 persen. Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju cenderung bervariasi terhadap dolar AS, di mana euro menguat 0,01 persen namun dolar Australia dan poundsterling Inggris masing-masing melemah sebesar 0,03 persen dan 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, pelaku pasar juga memasang posisi menunggu (wait and see) laporan Gubernur The Fed Jerome Powell di Kongres AS yang dijadwalkan Rabu dan Kamis pekan ini. Meski memang, peluang The Fed untuk cenderung dovish terbuka lebar pada laporan tersebut.
Lalu, sentimen negatif dari domestik juga muncul setelah Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan melandai dibanding tahun lalu. Ia meramal pertumbuhan ekonomi kuartal II akan bergerak di angka 5,07 persen hingga 5,1 persen, sama seperti kuartal sebelumnya.
"Data eksternal dan internal ini akan membuat range rupiah di angka Rp14.165 hingga Rp14.200 per dolar AS," tutur dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)