Harga minyak mentah Brent berjangka turun US$0,49 menjadi US$66,52 per barel. Selama sesi perdagangan Brent sempat menyentuh US$67,65 per barel, level tertingginya sejak 30 Mei 2019.
Pelemahan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$0,23 menjadi US$60,2 per barel. Di awal sesi perdagangan WTI sempat menyentuh level US$60,94 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyeksi tersebut menyebabkan potensi surplus terjadi di pasar, meski OPEC telah menjalankan kebijakan pemangkasan produksi. Akibatnya, harga terseret.
Badai yang dapat berkembang menjadi badai tropis pekan ini sedang mengarah ke utara Teluk Meksiko.
Menurut Analis Price Futures Group Phil Flynn setiap badai berbeda.
"Masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab, apakah (badai) ini akan merusak sisi pasokan atau akan lebih merusak sisi permintaan " ujar Flynn di Chicago.
Investor juga memperhatikan perkembangan tensi di Timur Tengah. Iran dan Inggris terlibat dalam konflik penyanderaan kapal tanker minyak.
Pemerintah Inggris menyatakan tiga kapal Iran mencoba untuk memblokade jalur yang dilalui kapal BP melalui Selat Hormuz. Iran kemudian mundur setelah mendapatkan peringatan dari kapal perang Inggris.
[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)