Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan bantuan itu akan diserahkan melalui Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan atau The United Nations Development Programme (UNDP).
"Negara-negara pulau itu banyak yang punya masalah, masalah suhu. Bisa juga pulau-pulau itu dengan naiknya suhu bumi, pulau-pulau itu juga bisa hilang," katanya, Selasa (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak mengira akan sebanyak itu (negara anggota AIS)," ucapnya.
"Jadi US$300 ribu dari APBN 2019, setelah itu US$350 ribu (APBN 2020), dan sisanya 2021. Kami harapkan negara lain juga ikut kontribusi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia Christophe Bahuet mengatakan forum itu merupakan bukti keseriusan Indonesia dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
[Gambas:Video CNN]
"AIS Forum adalah bukti komitmen Indonesia untuk mencapai sustainable development goals (SDGs) terutama untuk mengatasi perubahan iklim," ujarnya.
Indonesia menginisiasi pembentukan AIS pada 2017. Selanjutnya, forum itu diresmikan pada November 2018.
Negara-negara yang tergabung dalam AIS antara lain Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea-Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua Nugini, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, dan Timor Leste.
(ulf/agt)