Tensi AS-Iran Mereda, Harga Minyak Anjlok 3 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 07:26 WIB
Tensi AS-Iran Mereda, Harga Minyak Anjlok 3 Persen Ilustrasi harga minyak. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia tergelincir lebih dari 3 persen pada perdagangan Selasa (16/7), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipicu oleh sinyal meredanya tensi di Timur Tengah usai Presiden AS Donald Trump menyatakan ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran.

Dilansir dari Reuters, Rabu (17/7), harga minyak mentah berjangka Brent merosot US$2,13 atau 3,2 persen menjadi US$64,35 per barel. Di awal perdagangan, harga minyak acuan global ini sempat menyentuh level US$67,09.

Pelemahan juga dialami oleh harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,96 atau 3,3 persen menjadi US$57,62 per barel. Selama sesi perdagangan berlangsung, WTI sempat menembus level US$60,06 per barel.


Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger menilai tensi AS dan Iran yang tadinya mendorong harga minyak kini berubah menekan pasar usai komentar Trump.


Pada Selasa (16/7) kemarin, Trump menyatakan banyak kemajuan yang telah diperoleh dengan Iran. Trump juga menyatakan ia tidak menuntut perubahan rezim di Iran. Pernyataan tersebut dilontarkan Trump saat menggelar rapat kabinet di Gedung Putih.

Trump tidak merinci progres apa yang dimaksud. Namun dalam rapat yang sama, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan Iran siap bernegosiasi soal program peluru kendalinya.

Tensi AS-Iran karena program nuklir Teheran sebelumnya sempat menopang harga minyak berjangka. Jika situasi keduanya memburuk, harga minyak berpotensi melejit.

Selain itu, ketidakpastian prospek perekonomian China juga turut menekan harga. Awal pekan ini, pemerintah China merilis data yang menunjukkan pertumbuhan negaranya melambat menjadi 6,2 persen secara tahunan, terendah dalam 27 tahun terakhir.

Kemudian, perusahaan minyak AS juga mulai mengembalikan tingkat produksi di Teluk Meksiko yang diturunkan hampir 74 persen akibat Badai Tropis Barry.


Para pekerja yang tadinya dievakuasi mulai kembali ke lebih dari 280 platform operasionalnya di Teluk Meksiko. Meski demikian, perusahaan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengembalikan tingkat produksi ke level semula.

Analis Commerzbank menilai efek dari badai tersebut akan tercermin pada penurunan stok minyak mentah AS pekan ini. Data stok dirilis oleh Institut Perminyakan Amerika setiap Selasa malam dan oleh Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) setiap Rabu, waktu setempat.

Beberapa analis menilai data stok yang mendorong harga bersifat struktural, bukan hanya akibat dari badai yang terjadi.

"Di luar badai, kami merasa berada di mode pengetatan persediaan hingga Agustus," ujar Analis Price Futures Group Paul Flynn di Chicago.
[Gambas:Video CNN] (sfr/agi)